Pernahkah kau bicara tapi tak didengar Tak dianggap sama sekali Pernahkah kau tak salah tapi disalahkan Tak diberi kesempatan
Reff: Kuhidup dengan siapa ku tak tahu kau siapa Kau kekasih ku tapi orang lain bagiku Kau dengan dirimu saja kau dengan duniamu saja Teruskanlah teruskanlah kau begitu
Kau tak butuh diriku aku patung bagimu Cinta bukan kebutuhanmu
Back to Reff
Kau dengan dirimu saja Kau dengan duniamu saja Teruskanlah teruskanlah Kau kau begitu Teruskanlah
Mantan penyanyi cilik Sherina Munaf kini berusia 16 tahun, umur yang bisa dibilang remaja, dan untuk "merayakannya", pelantun "Andai Aku Besar Nanti" itu mengeluarkan album solonya yang terkesan "dewasa".
"Primadona", demikian judul album yang diluncurkan Sherina di Jakarta, Kamis sore, berisi 11 lagu ciptaannya sendiri dengan lagu unggulan berjudul "Sendiri".
Mulai menulis sejak dua tahun lalu, Sherina terlihat mencoba-coba segala genre musik, dari rok, pop, new age hingga nuansa jazz yang dapat didengar di lagu "Singing Pixie".
"Tiap lagu berbeda genrenya, karena tiap lagu diciptakan sesuai dengan suasana hati aku waktu itu," tutur gadis kelahiran 11 Juni 1990 itu. "Kalau liriknya ada tiga lagu yang `disumbang` orang lain, dua dari puisi pacar kakak aku dan satu dari kakakku," ujarnya.
Dengan album baru itu, Sherina berharap dapat menghapus imaji penyanyi cilik yang disandangnya selama ini, dan selain mengubah genre musiknya --dari orkestra menjadi berbagai genre sekarang-- Sherina juga mengubah gaya berbusananya.
Jika dulu waktu kecil ia telah terbiasa mengenakan gaun panjang semasa manggung, kini ia tampil lebih "seksi" lagi dengan gaun-gaun pendek khas remaja dengan bahu terbuka dan sepatu boot.
"Kalau masalah dandanan, gaun ini menggambarkan feminim tapi masih ada unsur `kuatnya` dengan pakai boot. Feminim tapi gak `girly` atau `punk` seperti Avril (Lavigne)," tutur bintang "Petualangan Sherina" itu.
Gaun selutut dan sepatu boot diakui Sherina adalah gaya yang diinginkannya untuk album tersebut, namun tidak menutup kemungkinan untuk album selanjutnya berubah.(*)
Mahal kita, ngunit mahal mo siya Hindi na ba sadyang mag-iiba Ang pag-ibig mong Dati ko pang inaasam Ang tibok ng puso ko sana'y pakinggan
Kung minsan ba'y Iyong nadarama Pag-ibig kong mas higit sa kanya Pwede bang kahit saglit Ay malimutan siya Kahit sandali lamang Ay maging akin ka
Chorus: Kelan kaya Kita makakayakap Kelan kaya Ako makakahanap Ng isang katulad mong Bihira na sa mundo Sana'y ingatan niya Tulad pag-ingat ko sa puso mo
Pilit ko nang makalimutan ka Hindi yata Sadyang mag-iiba Ang pag-ibig ko sayo Lamang nakalaan At hindi kita iiwan Magpakailanman
Separuh hati denganmu Ku jalani Cintaku Berusaha 'tuk jadi Kekasih Aku menipu dirimu Kubilang cinta Padamu Tapi dariku itu yang terbaik Kau Bukan Pilihan Karena ku tak sedikitpun Hasratkan padamu
Reff:
Terpaksa aku mencintai dirimu Hanya untuk Status Palsu Setengah hati kujalani cinta Kar'na aku tak suka denganmu
kuberikan cintaku meski tak setulus hatiku ku harapkan engkau tak pernah tahu rasa cintaku padamu Hanya di bibir saja... Tak sedikitpun hati bicara
Semoga selama ini kau tak tahu bahwa sesungguhnya aku tak mencinta
( Back to Reff ) jika aku bisa menjadi lelaki pujaan yang selalu engkau impikan...
[ thanks to nezmoed[at]ymail.com for submit this lyric ]
Tak pernah terpikir olehku Tak sedikitpun ku bayangkan Kau akan pergi tinggalkan kusendiri
Begitu sulit kubayangkan Begitu sakit ku rasakan Kau akan pergi tinggalkan ku sendiri
Dibawah batu nisan kini Kau tlah sandarkan Kasih sayang kamu begitu dalam sungguh ku tak sanggup Ini terjadi karna ku sangat cinta
*Inilah saat terakhirku melihat kamu Jatuh air mataku menangis pilu Hanya mampu ucapkan Selamat jalan kasih
#Satu jam saja kutelah bisa cintai kamu;kamu;kamu di hatiku Namun bagiku melupakanmu butuh waktuku seumur hidup
www.rizkyonline.com Satu jam saja kutelah bisa sayangi kamu... di hatiku Namun bagiku melupakanmu (Lupakanmu) butuh waktuku seumur hidup di nanti ku......
Kurasakan ku jatuh cinta Sejak pertama berjumpa Senyumanmu yang selalu menghiasi hariku Kau ciptaanNya yang terindah Yang menghanyutkan hatiku Semua telah terjadi Aku tak bisa berhenti memikirkanmu Dan ku harapkan engkau tahu
Kau yang kuinginkan meski tak ku ungkapkan Kau yang kubayangkan Yang slalu kuimpikan
Chorus:
Aku jatuh cinta Tlah jatuh cinta Cinta kepadamu Ku jatuh cinta I'm falling in love I'm falling in love with you
Kau ciptaanNya yang terindah Yang menghanyutkan hatiku Semua telah terjadi Aku tak bisa berhenti memikirkanmu Dan ku harapkan engkau tau
Kau yang kuinginkan Meski tak ku ungkapkan Kau yang kubayangkan Kuimpikan Kuinginkan
Aku jatuh cinta Tlah jatuh cinta Cinta kepadamu Ku jatuh cinta I'm falling in love I'm falling in love with you
Aku jatuh cinta Tlah jatuh cinta Cinta kepadamu Ku jatuh cinta I'm falling in love I'm falling in love with you... With you...
SHE merupakan kumpulan dari 7 perempuan dengan latar belakang musik yang berbeda-beda, namun mempunyai keinginan untuk mengemas perbedaan tersebut dalam suatu harmonisasi yang indah. Kalimat tadi juga merupakan terjemahan bebas dari kepanjangan 3 huruf yang mewakili nama grup band asal Bandung ini: Sound and Harmony Eclectic.
SHE terbentuk di tahun 2000 dan pada awal tahun 2005 lalu telah mengeluarkan album pertamanya dengan judul Tentang Aku, Kamu, dan Dia. Di bulan Mei 2007 ini, SHE yang kini beranggotakan Achi (violin), Adisty (drum), Arnie (bas), Melly (lead vocal), Riry (gitar akustik), Qoqo (gitar elektrik), dan Yayo (keyboard) akan mengeluarkan albumnya yang kedua dengan judul Tersenyum Lagi di bawah naungan Sony BMG Music Entertainment Indonesia. Qoqo merupakan anggota SHE yang paling bungsu, bukan hanya dari sisi usianya yang paling muda, namun ia juga merupakan anggota yang terakhir bergabung. Qoqo menggantikan posisi Kika yang terpaksa meninggalkan SHE karena telah menikah dan pindah ke Finlandia.
Album kedua ini memang terasa lebih kaya dari album SHE yang pertama. Dilihat dari nada-nada yang lebih berani, lirik yang lebih nakal, dan tema-tema yang menantang, SHE kali ini benar-benar all out dalam mengemas albumnya. Misalnya saja lagu Slow Down Baby yang berisi nasihat untuk tidak terburu-buru dalam menjalin cinta dikemas dengan gaya yang lucu dan jauh dari membosankan. Selingkuh Sekali Saja, dengan sedikit nakal 'meminta izin' pada pasangannya untuk berselingkuh sekali saja demi rasa penasarannya. Lagu Mana Tahan, bercerita tentang malunya menjadi korban perselingkuhan, namun tetap dengan gaya ceria dan dengan irama 80’s yang kental. Lagu Abrakadabra, menceritakan tentang sihir dan mantra yang seakan menguasai orang yang sedang jatuh cinta, berirama unik dan membuat pendengarnya ingin ikut bergoyang.
Dengan tetap mengusung aliran musik pop, nuansa rock di album ini terasa lebih kental dengan sound distortion dan permainan gitar yang dominan. Selain itu, SHE lebih berani dalam eksplorasi lagu, terbukti dengan keberanian mereka dalam mengaransemen sendiri beberapa lagu di album ini, salah satunya adalah single pertama mereka, Slow Down Baby.
Di album ini, SHE juga mendapat bantuan dari beberapa musisi, sebagai music director/arranger yaitu Ari Aru pada lagu Tercipta Untukmu, Baron pada lagu Abrakadabra, Indro pada lagu Jatuh dan Aku Tersenyum Lagi, serta Uchi Nurul dan Ray Jeffrin yang menjadi vocal director/arranger. Selain itu, di lagu Tercipta Untukmu, SHE juga berkolaborasi dengan Rio Febrian yang ikut melantunkan suara khasnya. Arina “Mocca” yang pernah menjadi vokalis SHE di tahun-tahun pertama, juga berpartisipasi dalam album ini dengan memberikan sebuah lagunya, yaitu Jatuh.
Sungguh mengejutkan bahwa banyak orang yang tidak pernah secara sadar menyia-nyiakan hidupnya, membiarkan hidup mereka lepas dari tangan mereka dalam kepingan-kepingan kecil hanya karena mereka tidak memutuskan hal-hal yang penting dalam hidup ini. Akibatnya, mereka selalu tidak mengetahui apa yang harus dilakukan selanjutnya. Kita sering mendengar seseorang berkata, "Itu bukan salah satu prioritas saya. Saya tidak dapat melakukannya sekarang." Kadang-kadang pernyataan ini memperlihatkan pendekatan yang seimbang terhadap prioritas. Sering kali, arti pernyataan itu tidak lebih dari: "Sejauh yang dapat saya katakan sekarang ini, itu bukanlah hal yang ingin saya lakukan."
BAGAIMANA ANDA MENENTUKAN PRIORITAS?
Hampir setiap eksekutif Kristen -- bila dipaksa, dapat memberitahu Anda apa saja langkah-langkah dalam menentukan prioritas.
1. Putuskanlah apa yang benar-benar ingin Anda lakukan dengan hidup Anda. Apakah sasaran-sasaran Anda dapat dikenali? Apakah Anda benar-benar mengetahui apa yang Anda inginkan untuk terjadi?
2. Tentukanlah prioritas-prioritas bagi sasaran-sasaran yang telah Anda tentukan.
3. Buatlah suatu sistem untuk meraih dan mengukur sasaran-sasaran tersebut.
4. Ikutilah suatu prosedur yang akan memakan paling sedikit waktu dan sumber daya untuk meraih sasaran-sasaran tersebut.
Meski prosedur itu tampaknya begitu sederhana, kebanyakan dari kita sulit sekali mengikutinya. Mengapa demikian?
RINTANGAN-RINTANGAN MENUJU PRIORITAS-PRIORITAS YANG BAIK
Mungkin, kesulitan terbesar yang dihadapi oleh kebanyakan dari kita dalam menentukan sasaran dan menetapkan prioritas ialah karena kita tidak memunyai pengertian bahwa kita harus menangani diri kita seutuhnya. Bila sebagai orang Kristen kita percaya bahwa semua tindakan dan kesempatan yang ada sedikit banyak berhubungan dengan maksud Allah yang besar, maka seluruh hidup kita harus mencerminkan pandangan yang konsisten bahwa sasaran pribadi itu -- apa yang harus kita lakukan dan harus seperti apa kita, perlu dipertimbangkan secara berdampingan dengan "pekerjaan" yang Allah berikan kepada kita. Dalam budaya, sebagai orang Kristen kita sering menyamakan "panggilan" Kristen kita dengan profesi kita. Profesi kita, pekerjaan kita, hanyalah salah satu segi dalam hidup kita. Allah memunyai maksud yang besar bagi kita.
Aspek kedua dari priorias-prioritas baik yang sering terlewatkan ialah perlunya sistem nilai Kristen. Sebagian besar dari kita langsung menanggapi pernyataan seperti itu dengan kalimat, "Yah, tentu saja saya memunyai sistem nilai Kristen!" Tetapi suatu sistem nilai tidak ada gunanya jika tidak diterapkan di dalam budaya dan rutinitas kehidupan sehari-hari yang kita jalani. Kita masing-masing harus memutuskan apa yang penting hari ini dalam situasi ini.
Pemimpin Kristen harus sangat berhati-hati dalam memilih prioritasnya. Bila kita memunyai ambisi yang suci untuk unggul dan memuliakan Kristus, maka harus ada pemilihan dan penolakan, kemudian ada konsentrasi pada hal-hal yang sangat penting. Kita tidak dapat melakukan semuanya. Hal-hal yang tidak begitu penting harus ditinggalkan sehingga kita dapat mengerjakan hal-hal yang lebih besar.
SISTEM NILAI KRISTEN
Sistem nilai Kristen jelas merupakan satu hal yang didasarkan pada Alkitab. Bagaimana gaya hidup kita masing-masing tergantung pada karunia-karunia pribadi, komitmen, panggilan, dan situasi di mana Allah telah menempatkan kita. Tetapi ada beberapa hal pokok, dan ada beberapa prioritas dasar yang harus kita pertimbangkan.
Sebagai orang Kristen, kita tahu bahwa sasaran akhir kita adalah untuk memberi kemuliaan kepada Allah dan menikmati Dia untuk selamanya. Tetapi dalam banyak kesempatan, di mana kita harus memberi kemuliaan kepada Allah, ada tingkat-tingkat prioritas tertentu, tingkat-tingkat komitmen tertentu yang kepadanya segala sesuatu bergantung.
Komitmen kita yang pertama adalah kepada Allah melalui Kristus. Sebagian besar dari kita yakin bahwa kita telah membuat komitmen ini, tetapi ini adalah komitmen yang perlu ditekankan kembali setiap hari; untuk itu kita perlu mencari cara-cara baru untuk menjalankannya minggu demi minggu.
Komitmen kita yang kedua adalah kepada tubuh Kristus. Yesus memandang bahwa ini begitu penting sehingga Ia menyebutnya sebagai perintah baru: "Aku memberikan perintah baru kepada kamu, yaitu supaya kamu saling mengasihi; sama seperti Aku telah mengasihi kamu demikian pula kamu harus saling mengasihi. Dengan demikian semua orang akan tahu, bahwa kamu adalah murid-murid-Ku, yaitu jikalau kamu saling mengasihi" (Yohanes 13:34-35).
1 Yohanes 13:23 memberitahu kita bahwa ukuran dari perbuatan Kristen kita adalah kasih kita terhadap satu sama lain. Dalam doa-Nya di Yohanes 17, Kristus menyatakan bahwa dunia akan percaya bahwa Ia telah diutus oleh Bapa dengan melihat murid-murid-Nya menjadi satu, sama seperti Ia dan Bapa adalah satu (Yohanes 17:21).
Komitmen yang ketiga adalah kepada pekerjaan Kristus, tugas yang telah Allah berikan kepada kita.
Sangatlah mengejutkan bahwa sering kali, dari komitmen yang pertama, kita langsung beralih kepada komitmen yang ketiga dan melewatkan yang kedua. Tetapi surat-surat Perjanjian Baru berbicara jauh lebih banyak mengenai hubungan yang penuh kasih di dalam tubuh Kristus daripada mengenai pekerjaan Kristus. Perjanjian Baru berpendapat bahwa bila kasih ini ada, maka kesaksian dan pekerjaan akan maju terus. Pada kenyataannya, pernyataan Kristus kepada murid-murid-Nya dalam Kisah Para Rasul 1:8 yang sering dikutip itu tidak berkata bahwa "kamu harus menjadi saksi-saksi-Ku" atau "kamu dapat menjadi saksi-saksi-Ku". Ayat itu berkata, "Kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi."
Kita melewatkan hal ini dalam menentukan prioritas-prioritas kita.
MENENTUKAN PRIORITAS-PRIORITAS KRISTIANI
Bila ketiga tingkat prioritas dasar itu benar, lantas bagaimana tingkat-tingkat tersebut menentukan perencanaan prioritas kita? Anggaplah bahwa Anda memunyai seluruh daftar sasaran, hal-hal yang ingin Anda lakukan, hal-hal yang Anda inginkan; berdasarkan ketiga tingkat prioritas ini, bagaimana Anda menjalankannya?
Karena cara yang terbaik untuk mempertahankan prioritas Anda adalah mengisi daftar acara Anda dengan semua peristiwa yang memperlihatkan sasaran-sasaran Anda dalam hidup, maka bila acara Anda memperlihatkan prioritas-prioritas yang benar, Anda akan memperoleh pertahanan yang besar melawan segala sesuatu yang cenderung membelokkan Anda dari apa yang ingin Anda lakukan dan Anda inginkan. Jadi, bayangkanlah sejenak sementara Anda duduk, merencanakan acara untuk bulan-bulan mendatang, dan Anda akan mengisi acara itu berdasarkan prioritas-prioritas yang telah dibahas sebelumnya. Di mana Anda akan mulai? Kami yakin susunan daftar acara Anda akan seperti ini:
1. Waktu bersama Allah. Waktu di mana Anda mencari Dia dalam penyembahan, doa, firman-Nya; waktu berprioritas utama yang harus ada. (Ingatlah bahwa bukan jumlah waktu, tetapi kualitas waktu Andalah yang penting!)
2. Waktu bersama keluarga Anda. Bila prioritas umum kita yang kedua adalah prioritas untuk bersama-sama dengan tubuh Kristus, maka tentunya bagian yang terpenting dari tubuh itu adalah keluarga Anda. Waktu Anda membangun diri Anda ke dalam hidup mereka dan membiarkan mereka membangun diri mereka ke dalam hidup Anda. Hal ini harus mencerminkan waktu-waktu khusus bersama istri Anda, bersama anak-anak Anda, waktu untuk bermain, waktu untuk berbicara, waktu yang dianggap sama pentingnya (dan sering kali lebih penting!) dengan waktu-waktu yang lain.
3. Waktu bersama keluarga Allah. Hal ini mencakup penyembahan, doa, dan persekutuan. Hal ini dapat dilakukan baik dengan sekelompok besar orang percaya maupun dengan kelompok-kelompok kecil.
4. Waktu bagi diri Anda sendiri. Kapan Anda akan memunyai waktu untuk terbebas dari tekanan-tekanan? Apakah Anda memunyai waktu untuk bersepeda? Atau berenang? Atau membaca bacaan-bacaan santai? Harus ada waktu yang diluangkan dalam acara Anda, yang tidak Anda sadari hingga tiba waktunya Anda akan melakukan sesuatu dalam waktu itu, sesuatu yang mencerminkan kenyataan bahwa ada kebutuhan-kebutuhan mendasar yang Anda miliki sebagai seorang pribadi, kebutuhan-kebutuhan yang harus dipenuhi bila Anda ingin menjadi seorang pemimpin Kristen yang efektif.
5. Waktu bagi orang lain. Waktu ini lebih utama daripada komitmen Anda kepada pekerjaan rutin Anda. Ini adalah pengakuan bahwa Anda berhubungan dengan orang lain dan Anda harus memunyai waktu bagi sasaran-sasaran mereka. Hal ini berarti akan ada kotak-kotak waktu di dalam acara Anda yang mungkin hanya akan berbunyi "orang lain".
6. Waktu untuk berencana. Ini adalah salah satu hal dalam penjadwalan yang paling sering diabaikan. Yang penting bukan hanya meninjau kemajuan terhadap sasaran-sasaran, tetapi juga membuat rencana-rencana baru bagi kinerja yang akan datang. Hal ini mungkin harus ditinjau sedikit lebih lama setiap minggu dan malahan lebih lama lagi setiap bulan.
7. Waktu bagi tugas-tugas yang telah ditentukan Allah bagi Anda. Hal ini biasa kita sebut sebagai "pekerjaan". (Istilah yang tidak cocok sama sekali!)
PERTIMBANGAN-PERTIMBANGAN PRIORITAS
Ada pertanyaan-pertanyaan tertentu yang harus ditanyakan dalam menentukan prioritas. Misalnya:
1. Bagaimana mendesaknya hal ini? Apakah hal ini harus dikerjakan sekarang juga? Hari ini? Segera? Suatu hari nanti?
2. Bagaimana pentingnya hal ini? Sangat? Cukup? Agak? Tidak begitu?
3. Bagaimana seringnya hal ini harus dikerjakan? Setiap hari? Setiap minggu? Kadang-kadang?
4. Dapatkan orang lain mengerjakannya dengan lebih efektif daripada saya? Tidak? Mungkin? Ya? (Bila ya, delegasikanlah.)
5. Apakah ini bagian dari tugas atau sasaran yang lebih besar dari yang sedang saya tekuni?
6. Apakah ini cara yang terbaik?
Ingatlah perkataan mendiang Jendral Eisenhower, "Hal-hal yang mendesak jarang penting, hal-hal yang penting jarang mendesak!"
Salah satu cara dalam memakai pertanyaan-pertanyaan ini adalah dengan membuat daftar periksa prioritas di mana Anda menuliskan sasaran pada sisi sebelah kiri dan kemudian menuliskan pertanyaan-pertanyaan di atas tersebut di bagian atas kertas itu. Ambillah sehelai kertas folio dan letakkan di sampingnya, kemudian cantumkanlah di bagian atas kertas itu: Sasaran, Kepentingan, Frekuensi, Delegasi, Sasaran Lebih Besar, Dampak, Cara Terbaik.
Bagaimana Menetapkan Prioritas
Anggaplah bahwa Anda telah menyusun sasaran Anda kepada Allah, kepada keluarga Allah, dan kepada pekerjaan Allah, bagaimana Anda dapat menetapkan prioritas-prioritas? Inilah beberapa cara.
1. Susunlah semua sasaran Anda. Bawalah keluar di mana Anda dapat melihatnya dan mulailah mengevaluasinya.
2. Pastikanlah bahwa setiap sasaran ini dapat diukur.
3. Analisalah "mengapa"-nya dari setiap sasaran itu. Hapuslah sasaran-sasaran yang tidak memunyai dasar kekristenan atau yang tidak sesuai dengan keseluruhan sistem nilai Anda.
Berdasarkan sistem nilai Anda dan analisis tadi, Anda mungkin ingin membagi daftar ini ke dalam A, B, C:
A - hal-hal yang harus dikerjakan, atau yang sangat penting; B - hal-hal yang sebaiknya dikerjakan, atau agak penting; dan C - hal-hal yang dapat dikerjakan, tidak begitu penting.
Kebaikan dari sistem A, B, dan C ini adalah bahwa sistem ini menolong Anda untuk mengenali bahwa sering kali tidak ada satu prioritas yang mencolok; mungkin ada empat atau lima "A".
MEMPERTAHANKAN PRIORITAS-PRIORITAS ANDA
Menentukan sasaran-sasaran dan menentukan kembali prioritas adalah suatu proses yang berlangsung terus-menerus. Peninjauan yang terus-menerus terhadap perencanaan Anda harus mencakup peninjauan yang terus-menerus terhadap sasaran-sasaran Anda, oleh karena itu, juga peninjauan yang terus-menerus terhadap prioritas-prioritas Anda.
Segelintir orang yang tampaknya mengerjakan sejumlah hal yang menakjubkan, melakukan hal-hal itu satu demi satu. Mereka menentukan suatu jadwal prioritas. Hal ini berarti mereka juga dapat mengerjakan tugas itu dengan lebih cepat daripada mereka yang mencoba mengerjakan banyak hal sekaligus. Dengan kata lain, mereka berkonsentrasi, mereka menentukan prioritas dan mereka tetap berpegang pada itu semua.
Bagaimanapun, bukanlah berapa banyak yang kita kerjakan yang penting, tetapi berapa banyak yang kita selesaikan.
Diambil dan disunting seperlunya dari: Judul buku: Seni Manajemen bagi Pemimpin Kristen Judul asli buku: The Art Management for Christian Leaders Penulis: Ted W. Engstrom & Edward R. Dayton Penerjemah: Dra. Ny. Yap Wei Fong Penerbit: Yayasan Kalam Hidup, Bandung Halaman: 186 -- 192
Setelah meneliti selama hampir 20 tahun, para profesor ahli dari Jepang akhirnya mengumumkan sebuah keputusan yang sangat mengejutkan kita semua tentang cara kita tidur selama ini.
Ternyata tidur telentang sangat tidak dianjurkan sama sekali oleh para peneliti dari Jepang.
Berikut kutipan dari profesor itu:
"Kalo tidur jangan sekali-kali dalam posisi TELENTANG ...!! Karena tidur TELENTANG itu bisa mengganggu kesehatan anda.
Beberapa survei telah dilakukan dan menghasilkan bukti yang akurat.
Orang-orang yang tidur TELENTANG akan mengalami gejala-gejala sbb.:
1. susah bernafas, 2. tersedak, 3. pencernaan terganggu, dan 4. yang paling fatal, dapat menyebabkan KEMATIAN!!
Oleh karena itu, disarankan agar anda menghindari tidur TELENTANG, Sebab, jangankan tidur TELEN TANG, TELEN BAUT saja susahnya setengah mati ....
"untuk memberikan kecerdasan kepada orang yang tak berpengalaman, dan pengetahuan serta kebijaksanaan kepada orang muda--baiklah orang bijak mendengar dan menambah ilmu dan baiklah orang yang berpengertian memperoleh bahan pertimbangan--untuk mengerti amsal dan ibarat, perkataan dan teka-teki orang bijak." (Amsal 1:4-6)
Wakidjan begitu terpesonanya dengan permainan piano Nadine. Sambil bertepuk tangan, ia berteriak, "Not a play! Not a play!" Nadine bengong. "Not a play?" "Yes. Not a play. Bukan main." Tukidjo yang menemani Wakidjan terperangah. "Bukan main itu bukan not a play, Djan." "Your granny (Mbahmu). Humanly I have check my dictionary kok.(Orang saya sudah periksa di kamus kok)" Lalu berpaling ke Nadine. "Lady, let's corner (Mojok yuk). But don't think that are nots (Jangan berpikir yang bukan-bukan). I just want a meal together." "Ngaco kamu, Djan," Tukidjo tambah gemes. "Don't be surplus (Jangan berlebihan), Djo. Be wrong a little is OK toch.?" Nadine cuman senyum kecil. "I would love to, but ..." "Sorry if my friend make you not delicious (Maaf kalau teman saya bikin kamu jadi nggak enak)" sambut Wakidjan ramah. "Different river, maybe (Lain kali barangkali). I will not be various kok (Saya nggak akan macam-macam kok)." Setelah Nadine pergi, Wakidjan menatap Tukidjo dengan sebal. "Disturbing aja sih, Djo. Does the language belong to your ancestor (Emang itu bahasa punya moyang lu)?" Tukidjo cari kalimat penutup. "Just itchy Djan, because you speak English as delicious as your belly button." (Gatel aja, Djan, soalnya kamu ngomong Inggris seenak udelmu dewe). Wakidjan cuman bisa merutuk dalam hati, "His name is also effort." (Namanya juga usaha) wakakakaka.....
Namaku Johanes Klein Randy... Biasanya saya pakai nama pena JK Randy.. Ehemm, rejeki kali yah punya nama mirip sama penulis terkenal JK Rowling (btw, nama gue beneran lho dari lahir emang gitu). Entah sugesti atau emang udah jalan hidup, gue emang seorang penulis.
Tapi jangan bayangin gue buat nulis novel best-seller yang laris manis terjual jutaan copies dalam hitungan hari. Gue sih asal bisa nulis di koran atau majalah daerah saja sudah bagus. Susah deh jadi orang yang nggak ambisius. Gue berprinsip kalau sudah rejeki gak akan kemana-mana, iya kan?
Ini malam minggu, dan gue di kamar sajah, males keluar-keluar, habis gak ada cewek sih. Iri juga lihat temen-temen yang udah pada kemana-mana gandeng-gandengan kayak perangko, ada yang udah panggil papie-mamie lagi.. JIJAYY ABIS gak seh? Emang lu yakin 100% apa bakal married? Ntar kalau putus gw sukurin lu (huss...)
Yah beginilah nasib seorang jomblo. Benernya tampang gue gak jelek-jelek amat sih, buktinya rekor nembak cewek gue termasuk oke.. nembak cewek 4 kali seumur hidup, keterima 3. Tujuh puluh lima persen bo! Kalau di ujian, itu udah hampir dapat A kali. Tapi terakhir kali gw nembak 5 tahun yang lalu, dan... ditolak. Semenjak itu gue putusin bahwa cewek itu makhluk yang gak punya otak. Gimana gak jengkel coba, gw kan orangnya decent, gak ngerokok sama sekali, gak suka ngedugem, masa gue kalah sama cowok yang sudah tatonya setengah lusin, ngerokok gak berhenti-berhenti, sampai pakai acara mabuk-mabukan lagi. MAS, Please ya. Kalau gak bisa minum ya mbok gak usah dipaksain, kasihan tuh lambung! Tapi kenapa cewek yang udah gw incer 2 tahun justru falling in love sama cowok gak ada masa depan kayak gitu. Dunia emang udah gila. Kalau begini caranya, dimana keadilan? (ehemm.. gue bakat jadi politisi yah?)
Serius, semenjak saat itu, gue jadi ilfil sama cewek. Eits, bukan berarti gue ganti haluan jadi gay yah, cuman lagi pingin istirahat aja. Tapi kalau dipikir-pikir, orang istirahat kan biasanya berapa bulan gitu, ini gue kok sudah 5 tahun belum nepsong juga kalau lihat cewek. Eh maksud gue, nepsong sih nepsong sekadar nepsong, tapi gak ada yang sampai bikin lutut lemes, keringat dingin, sama jantung berdebar-debar. BeTeWe, bener kan kayak gitu sindrom jatuh cinta? Correct me if I am wrong, soalnya gue udah lama banget nggak jatuh cinta. Kalau jatuh cinta sama diri sendiri sih hampir tiap detik ye. *dasar narsis*
Dan selama ini gue berpacaran sama blog gue, sama movies, sama makanan (pantesan aja berat naik 7 kilo!), sama temen-temen. My life is complete without that special someone. Ibaratnya makanan, gue itu udah 9-course meal, kurang apa coba? Kurang murah kali ya. Dan cewek itu makanan ke-10. Lha wong 9 aja udah kekenyangan, ngapain coba pesen lagi.
Eits, tapi kalau makanan ke-10 nya ice cream yang enak sih sekenyang apapun juga masih sanggup gue ngabisin. Likewise, kalau ceweknya perfect sih siapa yang gak mau? Bahkan mungkin para hombreng turn straight lagi yah kalau ngelihat cewek yang perfect? Sudah pinter, rajin, ramahnya kayak pramugari, lucunya ngalah-ngalahin Tora Sudiro, ortunya bos besar, anak tunggal lagi. Gue gak habis pikir, katanya Tuhan adil, kok ada yah cewek yang kayak gini... Kalau di statistics, namanya outlier nih. Kalau di bisnis, ini namanya ngerusak pasaran.
Oh God, I don't believe love at first sight. Tapi kalau gitu, ini namanya apa?
Dan gue jadi mikir-mikir, 5 tahun ini gue ngapain ya? Atau mungkin tuh cewek limited edition yah, keluarnya 5 tahun sekali? Kan gak seru kalau cewek perfect kayak gitu dimana-mana ada. Atau gue yang rada rabun, gak bisa lihat cewek cantik. Ah whatever, hidup ini bukan hanya cewek.
I thought my life was complete, until I found you... gitu kali yah inggrisnya? Atau jangan-jangan... My life is complete, but shit, I find you and you destroy it!!! Waduh, gak romantis banget sih...
CHAPTER 2 – Chantiq, My Queen
Sebut saja nama ceweknya Chantiq. Weits, tanya kok bisa? Bisa donk atuh, gue Randy gitu lho. Gue udah lulus ujian menggombal level advanced. I bullshit for a living.
Berbekal bahasa Inggris yang bisa bermacam-macam logat, dari British, American, Singlish (Singapore English), sampai yang Engrrish (Inggrisnya Indo), gue bisa. Mau mandarin? Sekedar Wo Ai Ni dan selevelnya sih mei you wen ti. Mau French? Sekedar bonjour-bonjouran sih bisa. Apalagi bahasa Jawa... biarpun di keluarga gue gak pernah ngomong jowo, kalo sekedar ngomong, kula saged (gue bisa)
Penulis gitu lohh. Dan itu yang mempertemukan gue dengan Chantiq, dia baru saja menang kontes kecantikan yang diadain salah satu majalah wanita terkenal. Emang cuman juara harapan 3 sih, tapi buat gue, dia lebih dari juara pertama hihihi. Gimana enggak, wawancara dengan dia lebih panjang dari wawancara buat juara pertama. Gue gitu loh jurnalisnya, jadi terserah gue donk. Don't blame me, blame my heart. I am innocent.
Dan abis wawancara, kita pergi makan bareng. Gue padahal sudah siapin budget 200 ribu buat makan, eh, dianya bilang, ngapain lu buang-buang duit segitu buat makan, lu tahu gak sih berapa banyak orang miskin yang bisa lu kasih makan dengan uang segitu? Jleb jleb jleb. Gue biarpun sering bikin dosa, tapi siapa sih orang yang gak lemes lututnya denger cewek cantik ngomong gitu. Udah cantik mukanya, cantik pula hatinya. Gue akhirnya sumbangin 200 ribu hasil keringat gue buat charity. Dan dia juga sumbang 100 ribu. Kok ada yah orang yang kayak gitu?
Sehabis pulang dari sumbang charity, kita makan di warung pinggir jalan, dan disitulah kita mulai ngobrol-ngobrol. Dia anak tunggal, ortunya bos kosmetik, dan dia disuruh jadi CEO di perusahaan bokapnya. Tapi dia gak mau, lebih suka jadi artist katanya. Modelling, main film, ngemcee, pokoknya yang berbau-bau gitu deh. Makanya kita klop. Gue nulis, dia ngomong. We make a perfect couple.
Dan saat itu juga, gue menyatakan cinta gue. Ibarat pemain bola, gue gak nembak dari jarak 100 meter, gue nembak dari tengah lapangan kayak David Beckham. Ketemuan hari pertama udah nembak, maunya apa sih? Mau diterima donk hihihi. DAN saudara-saudara... Gue diteriiiiiiiiii.....akin : ARE YOU SERIOUS????????? Kenceng banget lagi sampai seisi warung yang isinya mbok-mbok sama mas-mas pada denger, mungkin bahasa inggris pertama yang pernah mereka dengar. Malu gila.
Terus gue bilang: of course!!!!
Terus dia bilang: hmm.. kalau lu serius, gue serius juga.
YA AMPLOPH! Kalau lu suka ama gue ya mbok gak usah pakai teriak-teriaks segala, akhirnya diterima juga hihihihi. Randy gitu lohhh, siapa sih cewek yang begitu BODOH menolak rayuan gue? Ada sih dulu satu biji, gue yakin tuh anak otaknya isinya kaleng cat ama bungkus semen, gak bisa lihat apa cowok keren kayak gini... *narsis gue kumat nih haha..*
Dan seakan dunia jadi kayak beds of roses, tapi bedanya, rosenya gak ada durinya. Presto bo!
Tuhan, kalau ini mimpi, tolong jangan bangunkan aku.
EHHHH... MIMPI?????
Gue jadi mikir-mikir, tuh cewek kok gampangan banget ya jadian sama gue. Padahal dia kurang apa sih. Udah cantik, pinter, kaya, ramah, baik..... Gue jadi merasa aneh sendiri, kok bisa dia mau sama gue yang.. hemmm... ganteng sih, pinter sih, baik sih.... tapi kok gampang banget?? Gw jadi curiga. Ada udang di balik batu kah?
Ah bodo amat, lagian udangnya juga enak.
CHAPTER 3 Kecemasan itu Mulai Datang
Juli 2004
Ini udah 1 bulan kita pacaran. Jangan pikir kita pacaran gaya anak muda yang CUIHH, sori ya gak bermaksud ngejek, tapi masih minta uang dari ortu aja udah gayanya kayak bos gitu. Gue tahu mobil gue buatan tahun 1998, tapi ini hasil keringat gue sendiri. Rumah gue belum lunas ngangsurnya, tapi ngangsurnya pakai uang sendiri juga. Kalau gue mau, gue bisa makan enak tiap hari, tapi ngapain coba, mending gue sumbangin buat charity.. hihihi, gara-gara efek si Chantiq nih gue jadi suka nyumbang.
Dan layaknya pengantin yang baru married, kita ketemuan tiap hari, berjam-jam. Gue ngorbanin waktu tidur gue, gak masalah, demi si dia. Hihihi. Udah ngobrol 3 jam, pulang telpon lagi 2 jam. Pulsa meledak? Oh tentu tidak, kan gue pakai KartuAs hihihi (gue bukan promosi lho haha)
Tapi satu hal yang gue gak habis pikir, dia gak mau diantar ke rumahnya, katanya bokapnya sangat konservatif sama anak masalah pacaran. Gue pernah bilang ke dia, ngapain ditutup-tutupin, gue berani kok langsung ketemuan sama keluarganya dia. Gue udah mapan, umur udah cukup dewasa, jadi apanya yang perlu ditutup-tutupin? Tapi dianya cuman tersenyum bilang, "percaya gue deh, (ini) belum waktunya."
Maybe she has a reason. Let be it.
Sampai suatu hari, gue dapat kabar mengejutkan dari dia, kalau bokap-nyokapnya bercerai. Dan dia jadi berubah 180 derajat, jadi pemurung banget.
Desember 2004
Chantiq nanya ke gue... "Rand, kenapa sih cowok selalu nyakitin hati cewek?". Gue terhenyak, dalam hati gue mikir, kayaknya cewek deh yang suka nyakitin hati cowok, tapi tentu aja gue gak bilang gitu ke dia.
"Maksud lu apa Chan?"
Chantiq gak menjawab. Lama sekali. Dan dia menangis. Gue jadi serba salah.
Lalu Chantiq bilang "Rand, kalau ada orang yang nyakitin gue, apakah lu akan membela gue?"
Gue gak nyampe 2 detik langsung jawab "Ya iyalah, lu kan cewek gue."
Chantiq tersenyum tipis, lalu dia bilang "Rand, gue kadang iri sama cewek-cewek lain."
Gue bilang ke dia "Lu iri apanya sih Chan, lu udah cantik, pinter, baik... apa sih yang kurang dari diri lu?"
Chantiq nggak menjawab lama sekali... sampai akhirnya dia bilang "Rand, suatu saat lu pasti akan tahu kenapa gue ngomong gini, bahwa tiap malam gue nangis, kenapa gue kok hidupnya kayak gini."
"Kayak gini gimana?" tanya gw. Dan Chantiq bilang kalau dia capai dan mau pulang saja. Gue gak berani ngomong lagi. Dia telpon taxi, seperti biasanya.
Juni 2005
Ini 1 tahun sudah kami jadian. Dan gue sudah pesen 1 meja di restoran Perancis paling romantis sekota. Bonus gue 2 bulan habis deh buat makan malam, tapi nggak papa, apa sih yang nggak buat si Chantiq. Nggak kayak biasanya, Chantiq nggak complain kenapa makannya mahal-mahal, apa nggak mending sumbangin charity aja. Dia bilang ke gue "kalau gue mati besok, at least gue udah pernah ngerasain makan di restoran Perancis sama orang yang gue cintai."
Setelah minum wine, kita pulang ke rumah gue, karna dia bilang, nyokapnya lagi urusan bisnis di Thailand, jadi dia kesepian di rumah. Gue sih oke aja.
Dia mabuk berat, dan terus terang, gue juga sedikit mabuk, tapi gue musti control minumnya karna gw nyetir. Sesampai di rumah gue, dia langsung tidur. Gue pikir "buset nih anak, kayak di rumah sendiri aja".
Pagi-paginya, pas gue bangun, dia udah nggak ada di rumah gue. Handphonenya mati, telpon rumahnya nggak ada yang jawab. Ada apa dengan Chantiq? Gw baru keingat ucapannya dia "Kalau gue mati besok, at least gue udah pernah ngerasain makan di restoran Perancis sama orang yang gue cintai." GOSHHH!!!!! Ya Tuhan, tolong lindungi Chantiq. Tolong Tuhan...
Gue pernah ngerasain gimana cemasnya ngejar deadline majalah, tapi sekarang gue baru tahu gimana cemas karena cinta.
CHAPTER 4 Cinta yang Masih Membekas begitu Dalam
JUNI 2006
Ini seharusnya 2 tahun peringatan kita jadian. Tapi gue nggak tahu, Chantiq sekarang dimana. Apakah dia baik-baik saja. Gue udah deket sama cewek lain, namanya Rheea. Ceweknya nggak secantik dan sepinter Chantiq, tapi baiknya dan ramahnya sama aja. Gue jadi lebih melankolis sekarang. Kalau dulu gue nggak pernah nulis puisi atau cerita cinta, sekarang gue jago. Beberapa majalah berebut cerpen gue, padahal tarif yang gue pasang salah satu yang tertinggi di kota.
Biarpun gue udah berusaha ngelupain si Chantiq, tapi tetap saja gue nggak bisa. Kadang kalau si Rheea di luar kota, gue cabut cincin gue, dan gue ganti pakai cincin gue yang dulu gue beli satu pasang buat gw dan si Chantiq. Gue yakin Chantiq masih hidup, tapi entah kenapa gue ngerasa kalau Chantiq hidupnya nggak bahagia sekarang. Gue berharap gue salah sih.
Sampai suatu hari, saat gue berlibur ke Singapura bersama Rheea, GUESS WHAT!!! Gue ketemu " Chantiq ", gue yakin dia si Chantiq, tapi waktu gue coba ngobrol sama dia, dia bilang " Chantiq siapa? Nama gue bukan Chantiq." I don't know if any 10-year old child will believe that, tapi gue yakin 100% itu Chantiq. Suara mirip, muka persis, cara jalan nggak salah lagi. Apa dia marah karna gue udah ada cewek baru? Apa dia merasa dikhianati? Tapi, dia kan yang kabur dari rumah gue dan pergi meninggalkan gue.
Lalu ada seorang bule dateng mendekati Chantiq, dan mereka ngomong bahasa Inggris yang lancar sekali.. Hmm, gue mulai ragu, dulu bahasa inggris Chantiq nggak bagus, walau nggak jelek juga. Masa dalam beberapa bulan langsung lancar gitu, jadi gue meyakinkan diri gue sendiri, itu bukan Chantiq (walau dalam hati gue masih yakin itu Chantiq)
Sehabis pulang dari Singapura, gue dan Rheea jadi sering berantem. Kayaknya Rheea rada cemburu ngelihat gue sering melamun sendirian, dan jadi sering salah panggil Rheea, eh gue panggilnya Chantiq. Mana ada sih cewek yang suka diperlakuin begitu, tapi gue mau gimana lagi.
Hidup gue jalan begitu lancar, nggak semenarik dulu, tapi peaceful juga. Sampai suatu hari...
SEPTEMBER 2006
Gue baca koran. GOSSSHHH... Si Chantiq masuk penjara, dia dituduh membunuh seorang dengan nama bule, seorang direktur di perusahaan MNC asal Belanda. Wah, mungkin si bule yang waktu itu gue lihat kali.. Bodo amat. Tapi kok bisa sih, si Chantiq yang gue kenal orangnya baik sebaik malaikat, ramah sepergi pramugari MEMBUNUH? Ngaco kali tuh berita.
Dan gue sempatkan nengok ke penjara, dan bener juga, itu Chantiq. Tapi Chantiq bilang nggak kenalin gue. Ya ampun, dia amnesia atau pura-pura sih, kok kayaknya dia nggak sakit mental apa-apa yah...
Dan akhirnya gue bilang ke Chantiq gini..
" Chan, gue nggak minta lu ngenalin gue lagi, tapi asal lu tahu aja.. You are still the queen of my heart."
Chantiq diam.. Sunyi sekali... Gue teringat masa-masa lalu gue dengan Chantiq. Gue dulu sempet gak nyaman dengan kesunyian, namun semenjak bersama Chantiq, gue nggak canggung kalau kita pacaran cuman duduk, mata tertutup, dan menikmati detak jam tangan, kicau burung, dan hembusan angin. Ada orang yang suka musik pop, ada yang suka musik rock, tapi menurut gue, musik yang terindah bernama kesunyian, alias nggak ada suara sama sekali. Aneh yah... Penulis emang aneh.
Chantiq, kalau lu bisa baca hati gue, lu bakal tahu kalau lu masih pemilik hati gue... Sampai sekarang, sampai besok, bahkan sampai gue mati.
CHAPTER 5 Kala Kebahagiaan Mulai Menyemu
DESEMBER 2006
Gue putus sama Rheea. Dia gak kuat hadapin gue yang sering banget ke penjara buat nemuin si Chantiq. Gue gak nyalahin Rheea sih. Any woman in that situation will do the same thing. Dan gue kembali menjomblo, mungkin 5 tahun lagi, mungkin 10 tahun. Bodo amat. Rasa sayang gue ke Chantiq berubah jadi rasa jengkel, kenapa sih Chantiq lu nggak mau ngakuin kenal sama gue. Kenapa???
Perasaan gue baik sama lu, gue gak pernah selingkuh. Gue selalu telpon lu, dan gue selalu nawarin buat ngantar lu ke rumah, biarpun selalu lu tolak. Salah gue apa??
But life goes on.... sehambar air, sesunyi pagi. Gue adalah seorang penulis profesional, dan gue nggak akan biarkan seseorang mengambil itu dari gue. Tak seorangpun.
MARET 2007
Gue kasih Chantiq hadiah Natal, dan Chantiq akhirnya mengakui bahwa dia bener-bener si Chantiq yang gue tahu. Dan dia mengajak gue makan di kantin deket penjara (dengan pengawasan polisi tentunya).
Kitapun layaknya pengantin yang baru married, bercanda dengan asyiknya. Gue n0ggak nanya lagi kenapa Chantiq nekat banget membunuh si bule, dan kenapa Chantiq sengaja ngelupain gue selama 1 tahun. Sudahlah, yang penting dia udah mau ngenalin gue lagi, dan buat gue, itu udah lebih dari cukup. Lebih dari itu adalah bonus.
Chantiq...
If I could write a story
I want this moment to be the end
Dan akhirnya, layaknya sebuah movie, gue propose dia "Please marry me.." Chantiq bilang.... "ARE YOU SERIOUS??????"
Gw jawab: "Of course!!!"
Dia jawab: "Kalau lu serious, gue serius juga."
Nostalgia. Nostalgia. Chantiq, yang adalah mantan mantan cewek gue, dan sebentar lagi akan jadi istri gue.
JK Randy (28 tahun) menikah dengan Chantiq (25 tahun), gue udah bayangin itu yang akan tertulis di kartu undangan gue.
Gue lagi asyik-asyiknya melamun, hingga nggak sadar.... MATA GUE JADI GELAP!!! Dan gue ngerasa ada beberapa tusukan di muka gue!!!!
Gue jatuh nggak sadarkan diri... Dan bangun-bangun gue udah di rumah sakit! Gue nggak tahu ini dimana sampai seorang dokter berbisik ke gue.
"Dokter Irwan, kenapa saya dokter????? Apa yang terjadi dokter?"
"Bapak Randy, anda kenal orang bernama Chantiq?"
"Iya dokter, dia kenapa? Saya tadi sama dia."
"Bapak Randy, kadang orang yang paling kita percayai adalah orang yang menghancurkan hidup kita. Dia yang menusuk mata bapak, dan dia hampir saja membunuh bapak kalau saja petugas penjara nggak lihat."
Dan gue pun terpana. Nggak menangis. Boys don't cry. Ya Tuhan, kalau Engkau mau ngasih cobaan, kenapa musti Chantiq yang mesti melakukan ini. Kenapa Tuhan?
Dan akupun mendengar Tuhan Yesus berkata "Anakku, Ketika Yudas Iskhariot mengkhianati Aku, Akupun bertanya - Why Must Be Him?"
MEI 2007
Berita tentang Chantiq menyebar di hampir semua koran terkenal. Puluhan surat pembaca mengutuk tindakan Chantiq yang mereka bilang "nggak punya hati", "gila", "jahanam", "setan", "laknat"...
Dan gue akhirnya tahu, dari koran, kalau Chantiq pernah diperkosa 6 orang laki-laki temen baiknya. Nggak sekali, tapi empat kali. Bokapnya yang selalu mengaborsi bayinya tanpa sepengetahuan Chantiq (dikasih racun kali biar gugur kandungannya).
Dan semenjak 4 perkosaan itu, Chantiq bersumpah... Dia akan BUNUH semua laki-laki yang mau jadi pacar dia, setelah mereka nanya "Please marry me..."
Chantiq, gue nggak nyalahin lu atas tindakan lu, tapi kenapa musti gue yang jadi korbannya? Kenapa gue Chantiq!!!!!!
CHAPTER 6 (FINAL) Chantiq, Ini Gelap Disini
SEPTEMBER 2007
Gue sudah terbiasa dengan kegelapan. Sambil menunggu ada orang berhati mulia yang mau sumbangin retina ke gue.
Dan gue jadi lebih banyak merenung dan berpikir. Apa sih makna hidup ini? Kenapa ada orang yang pendendam kayak Chantiq. Kenapa ada orang yang tega memperkosa sahabat sendiri. Kenapa ada bokap yang tega bunuh bayi anaknya tanpa belas kasihan. Kenapa???
Dan kenapa Chantiq bisa acting sebegitu bagus seperti malaikat dari surga, ternyata hatinya busuk, sebusuk bangkai. Kenapa Chantiq?? Kenapa lu nggak pernah cerita itu ke gue?
Cuman kesunyian yang tahu jawabannya.
OKTOBER 2007
Gue putusin buat ikut kursus hurut braille, itu kursus buat orang buta. Gue masih pingin menulis, dan gue masih pingin menghibur orang-orang yang punya 2 mata, yang punya teman yang baik.
Gue juga masih pingin kesempatan ketemu Chantiq. Entah kenapa gue masih pingin ketemu Chantiq. Bukan mau balas dendam, gue cuman pingin ketemu dia.
MARET 2008
Buku yang gue tulis sudah terbit, dengan bahasa biasa tentunya, bukan bahasa braille. Ada seseorang yang tertarik dengan buku itu dan menerjemahkan dari bahasa braille ke bahasa indonesia dan inggris.
Hari ini gue dipanggil oleh salah satu toko buku terbesar di Indonesia buat kasih autograph ke orang-orang yang beli buku gue. Laris manis bukunya, 3000 copies terjual di hari pertama. Gue gitu lho penulisnya... haha...
Tapi gue reserve 1 buku yang gue tanda-tanganin sendiri secara khusus. Lalu gue kirim ke penjara di pulau Sulawesi.
Tertulis di dalamnya dengan tulisan tangan gue, hasil kerja keras gue salama 1/2 jam karna gue buta.
Chantiq....
I don't know whether you have forgiven yourself,
Aku tahu apa itu kekurangan dan aku tahu apa itu kelimpahan. Dalam segala hal dan dalam segala perkara tidak ada sesuatu yang merupakan rahasia bagiku; baik dalam hal kenyang, maupun dalam hal kelaparan, baik dalam hal kelimpahan maupun dalam hal kekurangan. Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku.
Filipi 4:12-13
Jika kehidupan ini diibaratkan sebuah sekolah, di tiap-tiap tahap kehidupan, semua orang akan menghadapi ujian. Sama seperti tujuan ujian yang dilakukan oleh seorang guru kepada murid-muridnya, ujian kehidupan yang Tuhan ijinkan dialami oleh setiap orang bertujuan untuk mengetahui sejauh mana kebenaran itu dipahami dan diterapkan.
Seorang guru tidak akan memberikan suatu soal ujian yang melebihi kapasitas sang murid. Sebagai contoh, anak kelas 1 SD tidak mungkin diberikan soal ujian yang seharusnya untuk anak kelas 2 atau 3 SD. Guru itu akan memberikan soal-soal ujian berdasarkan pelajaran-pelajaran yang sudah pernah diberikannya pada murid-muridnya. Demikian juga Tuhan, itu sebabnya Dia berkata bahwa," Pencobaan-pencobaan yang kamu alami ialah pencobaan-pencobaan biasa, yang tidak melebihi kekuatan manusia. Sebab Allah setia dan karena itu Ia tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu. Pada waktu kamu dicobai Ia akan memberikan kepadamu jalan ke luar, sehingga kamu dapat menanggungnya." (1 Korintus 10:13).
Paulus pun mengalami berbagai ujian dalam hidupnya, dia berkata," Aku tahu apa itu kekurangan dan aku tahu apa itu kelimpahan." Dua tipe ujian kehidupan inilah yang dialami rasul Paulus, kekurangan dan kelimpahan, kegagalan dan keberhasilan. Dan Paulus berhasil melewati keduanya.
Sebuah kisah yang menceritakan dengan detail tentang dua ujian ini, adalah kisah Yusuf. Dia mengalami masa-masa kegagalan dan keberhasilan, dia juga mengalami masa-masa kekurangan dan kelimpahan, dan hebatnya anak muda ini berhasil melewati semuanya. Inilah pelajaran penting yang harus kita perhatikan:
Pertama, Yusuf melalui masa-masa penderitaan, kekurangan dan kegagalannya tanpa bersungut-sungut dan keputusasaan. Jika Anda mengalami yang Yusuf alami, pasti Anda akan merasa orang yang paling gagal, paling kekurangan dan paling menderita di dunia ini. Dia di buang oleh kakak-kakaknya, statusnya budak bahkan narapidana. Ketika malam tiba dan melihat kelangit kepada bintang-bintang serta bulan, dia akan mengingat mimpinya kembali. Jika Anda menjadi Yusuf yang masih berumur belasan tahun dan menjadi seorang budak bahkan narapidana, masihkan Anda mempercayai janji Tuhan dalam hidup Anda? Yusuf masih mempercayainya. Dia masih mengasihi dan mempercayai Allah sama seperti saat dia masih berada dirumahnya dan menjadi anak kesayangan sang ayah.
Kedua, Yusuf tidak mengijinkan dirinya diperbudak oleh masa lalunya. Yusuf melepaskan pengampunan atas orang-orang dan kejadian-kejadian di masa lalunya. Saat dia mencapai posisi sebagai orang kedua di Mesir, dia tidak lantas membalas dendam kepada Potifar dan istrinya yang menjebloskannya ke penjara dengan tidak adil.
Saat kakak-kakaknya datang ke Mesir untuk membeli gandum, Yusuf tidak membiarkan dirinya dikuasai oleh perasaan terluka dan kemarahan serta membalas perbuatan saudara-saudaranya. Yusuf melepaskan pengampunan, dia menerima kembali kakak-kakaknya.
Sekalipun Yusuf pernah menjadi budak dan dipenjara, namun tidak dengan hati dan jiwanya. Anda dan sayalah yang menentukan pilihan, apakah akan diperbudak atau tidak oleh rasa sakit hati. Semua itu adalah sebuah pilihan.
Ketiga, Yusuf tidak dibutakan oleh kelimpahan. Saat Tuhan mengangkat Yusuf menjadi orang kedua di Mesir, segala kuasa dan harta kekayaan ada dalam tangannya. Namun Yusuf tidak melupakan Tuhan, Allah nenek moyangnya. Dia tidak berpaling kepada berhala-berhala sekalipun istrinya adalah anak imam Mesir.
Banyak orang dapat bertahan ketika menghadapi ujian kegagalan ataupun kekurangan, namun sedikit yang bisa bertahan menghadapi ujian kelimpahan. Bersama datangnya kekuasaan yang besar, datang juga tanggung jawab yang besar. Bersama datangnya popularitas dalam hidup Anda, datang juga kewajiban untuk memiliki keredahan hati. Bersama datangnya keberhasilan, datang juga tuntutan untuk memiliki integritas.
Yusuf dan Paulus berhasil melewati ujian keberhasilan dan kegagalan, kekurangan dan kelimpahan, bahkan dengan nilai yang sangat tinggi. Mereka adalah orang-orang yang berkarakter dan mencerminkan Allah yang disembahnya. Bagaimana dengan Anda? (Adaptasi dari buku: Yusuf, karangan Charles Swindoll)
Markus 14 : 12-14. Pada hari pertama dari hari raya Roti Tidak Beragi, pada waktu orang menyembelih domba Paskah, murid-murid Kristus berkata kepada-Nya: "Ke tempat mana Engkau kehendaki kami pergi untuk mempersiapkan perjamuan Paskah bagi-Mu?" Lalu Ia menyuruh dua orang murid-Nya dengan pesan: "Pergilah ke kota; di sana kamu akan bertemu dengan seorang yang membawa kendi berisi air. Ikutilah dia dan katakanlah kepada pemilik rumah yang dimasukinya: Pesan Guru: di manakah ruangan yang disediakan bagi-Ku untuk makan Paskah bersama-sama dengan murid-murid-Ku?
Pria Berkendi
Bagi kita ayat-ayat ini mungkin lewat begitu saja tanpa kesan apa-apa, karena terjemahan dalam bahasa Indonesia tidak membedakan gender. Namun kejadian ini sebenarnya adalah hal yang sangat tidak biasa atau sangat aneh untuk masa itu, bahkan untuk ukuran sekarang sekalipun, karena orang yang membawa kendi itu adalah seorang pria.
Pada masa itu mengambil/ membawa air adalah tugas wanita. Kalau kita baca kisah-kisah yang berhubungan dengan sumur dan urusan mengambil air dalam kendi, selalu berhubungan dengan wanita, misalnya Ribka ketika bertemu hamba Abraham, Musa ketika bertemu Zipora, atau kisah Kristus dengan perempuan Samaria. Dan harap diingat bahwa jaman itu tidak mengenal emansipasi, hal gender dengan fungsi/ kedudukannya dibedakan dengan sangat jelas. Jadi seorang pria membawa air dalam kendi, dan mestinya membawanya dengan cara menaruh di atas kepala seperti yang dilakukan wanita-wanita, adalah hal yang sangat kontroversial.
Mari kita berandai-andai. Ingat bahwa berlogika itu perlu untuk melatih kita berpikir obyektif, jernih, terbuka, thinking out of the box, bukan hanya menerima indoktrinasi saja. Apakah pria dalam kisah itu hanya khusus bawa kendi berisi air pada hari itu, supaya gampang dikenali (Jelas gampang karena berapa banyak pria pada masa itu yang cukup gokil untuk bawa-bawa kendi berisi air di tengah kota?).
Kalau memang begitu, kenapa harus dengan cara itu? Apa tidak bisa dengan cara yang less kontroversial/ "scandalous" ? Kenapa tidak dengan ciri-ciri tertentu pada pakaian, atau penutup kepala, atau lainnjya. Kenapa mesti begitu "kreatif" dan penuh sensasi?
Ataukah pria itu memang tiap hari kerjanya bawa kendi berisi air untuk ngisi tempayan? But what kind of guy would ever do that back then? Why would he humiliate himself to do women's job ? (women was at the lower class in that society). Mungkin pria ini memang kewanita-wanitaan. Mungkin pria itu memang banci.
Dan kenapa hal ini harus dicatat dalam kitab Injil? apakah hanya kejadian acak biasa yang tidak punya makna apa-apa.? Mungkin Kristus sekedar iseng saja untuk bercanda dengan murid-murid-Nya? Atau apa?
Apalagi perjamuan ini adalah perjamuan yang sangat penting, karena ini adalah perjamuan terakhir sebelum Kristus diserahkan. Perjamuan kudus/ ekaristi yang dikenang dan dirayakan semua orang Kristen sepanjang sejarah.
Tidakkah kita melihat bagaimana kasih Kristus yang sangat besar bagi orang-orang yang sebenarnya tidak masuk hitungan pada jaman itu? Bagaimana iya mengangkat harkat wanita, mau menolong hamba perwira Romawi yang mungkin bukan siapa-siapa, bagaimana Dia mau berhubungan bahkan tinggal bersama orang-orang Samaria yang dianggap najis pada waktu itu, bagaimana iya makan dan minum bersama pelacur dan pemungut cukai dan "orang-orang berdosa lainnya".
Dan Yesus Kristus tidak pernah menghakimi mereka, Dia selalu menunjukkan kasih-Nya sekalipun karena itu dia dicemooh oleh pemuka-pemuka agama pada waktu itu.
Bisakah kita melihat bahwa pada saat-saat terakhir ketika Dia akan diserahkan untuk disalibkan, Dia masih ingat pada Pria Berkendi ini. Dia mau Pria Berkendi ini terlibat pada persiapan perjamuan terakhir. Dia ingin murid-muridNya tahu bahwa Guru mereka menerima Pria Berkendi ini, sehingga mereka harus menerimanya juga.