Aku Benny. Karena lagu itu aku jadi teringat ketika aq lulus SD. Hiks... sebenarnya bukan karena kelulusannya, tapi karena seseorang yang hilang setelah aku lulus.
Selama TK-SD aku ikut antar-jemput setiap berangkat dan pulang sekolah. Ini karena orang tuaku terlalu protektif dalam menjagaku. Tapi karena aku ikut antar-jemput, aku jadi kenal dengan teman-teman dari kelas lain yang rumahnya di sekitar Sampangan, tempat tinggalku. Kebanyakan yang ikut antar-jemput itu anak cewek. Bisa ditebak, aku punya perasaan suka sama seorang cewek berambut panjang itu. Namanya Jatty.
Jatty bukan teman sekelasku. Selama di SD, dia kelas C sedangkan aku kelas B. Jadi kami hanya bisa bertemu saat pulang sekolah, saat ekskul, saat di antar-jemput. Ketika di mobil antar-jemput Jatty selalu duduk di hadapanku. Jadi setiap saat selama perjalanan pulang aku selalu melihat dia, bla... bla... bla... Seneng seeh walau cuma sebentar ngobrol sama dia. Soalnya dia yang paling awal turun dari mobil antar-jemput karena rumahnya paling dekat dari skul.
Tapi ternyata rasa itu tak terungkap. Setelah lulus SD awal Juni 2007, gossipnya Jatty pindah ke luar kota, ke Bandung. Sedangkan aku tetap di Semarang. Sejak dari TK-SD-SMP-SMA, sampai kuliah aq di Semarang. Aku ga boleh sekolah/kuliah di luar kota. Katanya seeh ortuku ga percaya kalau aku akan bisa hidup jauh dari mereka. Jadi seumur hidup aku ada di Semarang. Bosen? Pasti donk. Siapa seeh yang ga ngerasa bosen seumur hidup tinggal di kota kelahirannya.
Singkat cerita, sejak kelas 3 SMA aku sering maen internet. Bikin akun di banyak situs pertemanan. Salah satunya ya FS ini. Suatu saat aku iseng mencari nama temen-temen lama. Aku selalu ingat nama lengkap temen-temen lamaku apalagi temen SD, coz aku tiap hari selalu dengerin guru waktu nge-absen murid-muridnya. Biarpun di FS banyak yang ga pake nama asli/nama lengkapnya, aku nemuin banyak temen SD-SMP. Salah satunya Jatty. Namanya tertulis lengkap di FS: Geneveva Jatty Puspaningtyas. Geneveva nama baptisnya, kalo Puspaningtyas nama belakangnya. Aku ingat karena nama belakangnya sama persis dengan nama adekku, Angelina Rosita Puspaningtyas.
Aku seneng banget bisa nemuin dia. Tapi setelah lama aku add FSnya, baru akhir-akhir ini, saat aku udah hampir lulus kuliah akhirnya diapprove sama dia. Aku sering kasi komen ke Jatty tapi ga pernah dibales. Mungkin karena dia jarang nge-net. Akupun ninggalin nopeku di komennya. Suatu hari, akhir tahun 2008 (setelah 11 tahun 6 bulan) dia sms aku. Aku seneng banget. Kamipun sering telpon/smsan, ga jarang sms mesra dengan panggilan sayang/cinta. Ternyata dia ada di Semarang ketika dia kuliah. Dia kuliah di PTN nomer 1 sedangkan aku di PTS no 1 juga. Memang seeh, saat itu aku baru sibuk dengan PAA(tugas akhir)ku, tapi aku selalu luangin waktu buat dia. Aku pun ragu ketika liat Fsnya statusnya menikah. Masa seeh dia udah kawin??? Padahal umurnya baru sekitar 22.
Suatu siang di hari Sabtu bulan Januari 2009 dia berencana pulang ke Semarang. Coz saat itu dia baru “KKN” di daerah Jepara. Akupun berinisiatif ngajak ketemuan. Akhirnya malam minggu kami ketemu. Aku diminta dia untuk jemput di kosan temennya di daerah Gergaji. Setelah cari alamatnya kamipun cari tempat untuk makan malam. Kami makan malam di suatu café di daerah Tembalang. Tempatnya cukup romantis, dengan pencahayaan yang tidak terlalu terang, udara yang dingin dan lembab (abis ujan soalnya). Ternyata ga banyak yang beda dari diri Jatty, hanya saja rambutnya sekarang pendek.
Dari pertemuan yang sangat singkat itu kami banyak bercerita tentang pengalaman yang akhir-akhir ini terjadi pada diri kami masing-masing. Dia juga cerita klo dia udah nikah, udah punya anak yang sekarang usia balita. Seperti tebakanku, dia nikah karena dia hamil duluan dengan seseorang yang usianya 1 ½ kali dari umurnya. Aku sangat menyesali hal itu. Aku juga nyesel, knapa aku gak ungkapin perasaanku sebelum berpisah (walopun mungkin kedengerannya aneh, cinta minyet). Yang paling aku sesali knapa aku cuma cari dia lewat FS aja, ga coba datangi rumahnya yang dulu ditinggalinya selama SD, karena sekarang dia masih tinggal di tempat yang sama seperti saat masih SD dulu.
Pernah terpikir untuk membuat hubungan perkawinan dia dan suaminya berakhir. Tapi masa aku harus bunuh suaminya??? Karena pernikahan mereka secara katolik, dan di dalam pernikahan katolik ga ada kata cerai. Hanya Tuhan yang bisa menceraikan dengan cara memanggil salah satu dari mereka dalam suatu kematian. Selama 1 minggu setelah pertemuan itu hubungan kami makin mesra, walau hanya di sms/ telpon aja. Kalian tau donk, klo cewek tuh emang seneng diperhatiin. Apalagi dia baru KKN, jauh dari keluarga. Malam minggu berikutnya kami nge-date lagi. Kali ini ketemuannya lebih lama. Dari siang menjelang sore kami udah nonton di E-Plaza, nonton “Perempuan Berkalung Sorban”. Di film itu ada adegan dimana ketika seorang istri berzinah dengan pria yang bukan muhrimnya maka dia akan diceraikan oleh suaminya dan mereka dirajam sebagai hukumannya. Ngeri... warisan peraturan sejak zaman nabi-nabi masih diberlakukan di zaman sekarang dalam film itu.
Setelah selesai kami mencari tempat makan, sekalian ngobrol. Coz selama nonton kami ga banyak ngobrol. Hanya sesekali aja, itupun cuma ngomentari film. Akhirnya kami makan di daerah Pleburan. Di tempat itulah kami banyak berbicara, dari hati ke hati. Sampai pada suatu saat obrolan kami menyentuh permasalahan pokok, yaitu hubungan seperti ini (ketemuan tanpa izin dari suami dan bisa dibilang perselingkuhan) mau diterusin atau cukup sampai malam ini aja.
Bagiku hal ini sangat berat. Aku ga rela kalo harus berakhir seperti ini. Tapi aku sadar, hubungan ini sangat terlarang. Tapi ma gimana lagi... dia udah ada yang punya, bukan pacar lagi, tapi suami. Ga mungkin aku tega ngerusak rumah tangga orang yang aku sayangi. Apalagi dia sudah punya anak, hasil dari cinta Jatty dengan pacarnya dulu, yang sekarang jadi suaminya.
Ketika kami akan meninggalkan café tempat kami makan, Jatty bilang padaku kalo lebih baik kita cukup berteman aja. Dia juga bilang kalo aku ga usah terlalu berharap lagi karena dia sudah bersuami dan dia juga ga akan memberi harapan lagi seperti yang lalu-lalu.
Perlu kalian tau, pada pertemuan yang pertemuan yang pertama aku nganterin dia pulang cuma sampai di depan gang aja. Tapi kali ini aku minta kalo aku mau nganterin dia sampai depan rumah dan kalo boleh aku minta dikenalin sama suami dan anaknya. Diapun mengiyakan permintaanku.
Sampai di rumahnya, aku dipersilakan masuk dan dikenalkan dengan suaminya. Aku dikenalkan sebagai teman lama.Memang saat itu udah larut, tapi kami masih melanjutkan pembicaraan dengan materi apa yang akan dilakukan setelah kejadian ini, tentunya tidak di depan suaminya. Keputusan yang lebih beratpun diambil. Kami berjanji ga akan saling berhubungan lagi dengan cara apapun. Lewat sms, telpon ataupun FS. Sebagai konsekuensinya dia menghapus FSku dari FSnya. Akhirnya kamipun ga pernah smsan lagi. Tapi aku melanggar perjanjian itu. Aku telpon dia 1 minggu setelah pertemuan terakhir itu, tepatnya hari Jumat sore setelah pengumuman kelulusanku. Ya, aku dinyatakan lulus ujian dan memperoleh gelar ST. Ga sampai 5 menit aku telpon dia, dia hanya mengucapkan selamat buat aku. Sampai sekarang aku sudah ga berhubungan lagi dengannya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar