Efesus 6:10-13
- Hidup sebagai orang Kristen adalah hidup dalam suasana berperang bukan hidup yang santai dan hanya menikmati berkat-berkat. Kita sering lupa bahwa hidup Kristen selalu ada dalam kondisi peperangan.
- Ciri hidup Kristen yang ada di dalam peperangan adalah hidup penuh kerja keras; bagaimana bisa mengalahkan musuh, bisa tetap waspada, berhati-hati, tidak lengah dan tetap siaga dalam segala situasi dan keadaan. Ada 5 hal yang menjadi lawan dari orang percaya :
| 1. | Iblis |
| Setan datang dengan cara menyamar. Menyamar itu berarti mirip seperti aslinya. Itulah ciri dari Setan, mari kita baca 2 Kor 11:13-15. Jikalau kita tidak belajar Firman Tuhan dengan baik maka dengan mudah kita ditipu oleh pengajaran-pengajaran lain atau hal-hal lainnya yang kelihatannya benar. Dari 1 Petrus 5:8 kita melihat kondisi bahaya yang luar biasa dan menyatakan bahwa kita tidak bisa santai. | |
| 2. | Keinginan daging |
| Yang dimaksud dengan keinginan daging yaitu hal-hal yang berkaitan dengan hawa nafsu duniawi (1 Yoh 2:15-17). Semua orang berdosa pasti memiliki keinginan daging, siapa pun dia, bila keingingan daging ini tidak diwaspadai maka keinginan ini sangat memungkinkan merusak/menghancurkan kehidupan kita. Mengapa kita harus waspada terhadap hal-hal seperti ini ? Karena Iblis mempunyai keinginan untuk menghancurkan pekerjaan Tuhan. | |
| 3. | Orang-orang yang dipakai oleh Iblis/menjadi alat Iblis |
| Orang-orang yang dipakai oleh Iblis dan menjadi alat Iblis itu yang digambarkan seperti lalang yang berada di tengah-tengah gandum. Firman Tuhan mengatakan “musuh kita bukanlah melawan darah dan daging”. Rupanya, ada orang-orang yang memang dipakai oleh Setan untuk menghancurkan anak-anak Tuhan. Alkitab mengatakan ada penabur benih gandum dan ada penabur benih lalang. Benih gandum ialah anak-anak Tuhan sedangkan benih lalang ialah pengikut-pengikut Setan. Kita harus berhati-hati dengan lingkungan pergaulan kita (1 Kor.15:33). | |
| 4. | Dunia |
| Dunia yang dimaksud di sini adalah pengertian tentang kondisi/keadaan yang tidak mau menerima Kebenaran. Dunia yang tidak mau menerima Kebenaran dan kehadiran anak-anak Tuhan. Normalnya, kehadiran anak-anak Tuhan itu ditolak. Tetapi jika justru yang terjadi malah sebaliknya, kehadiran anak-anak Tuhan disambut baik oleh dunia maka ini merupakan tanda bahaya bagi anak-anak Tuhan sendiri (Baca:Yoh 16:33 dan 1 Yoh 5:4-5). | |
5. | Maut |
| “Musuh yang terakhir, yang dibinasakan ialah maut.” (1 Kor 15:26). Bacalah juga Ibrani 2:14-15. Maut itu adalah kematian dan yang dimaksud kematian disini ialah kematian yang kedua (kematian kekal). Kematian yang sesungguhnya itu bukanlah kematian jasmani melainkan kematian yang berpisah dengan Allah selama-lamanya. Dan musuh inilah yang telah di kalahkan oleh kuasa Kristus di kayu salib. |
Aplikasi:
Aplikasi sederhana yang perlu kita kerjakan dengan sungguh-sungguh sebagai contoh konkrit ialah mengabarkan Injil sebagai salah satu tugas orang Kristen. Jikalau kita tidak mengerjakan tugas ini berarti kita tidak mengerjakan tugas dalam peperangan. Seorang prajurit yang baik adalah prajurit yang selalu mencari perkenanan dan mentaati komandannya. Selalu kita waspada dan selalu kita sadar akan tugas pekabaran Injil dan pekabaran Injil ini merupakan bagian dari peperangan. Selain peperangan melawan keinginan daging, pengajaran-pengajaran sesat maupun tipu muslihat Iblis.
Mengapa kita harus tetap bersemangat di dalam peperangan ? Karena Kristus sudah mengalahkan dunia. Karena Kristus sudah menuntaskan, di dalam tanggung jawab, di dalam panggilanNya yaitu mengalahkan maut. Sekarang kita semua meneruskan misi tersebut maka selalu Firman Tuhan mengatakan agar kita jangan menyia-nyiakan panggilan Tuhan. Berulangkali diajarkan bahwa kita sedang menjalankan misi Kerajaan Allah bukan hanya menjalankan urusan/kepentingan pribadi saja.
Terakhir, kita membaca kembali Efesus 6:10. Bagaimana orang Kristen menghadapi peperangan ? Jangan lupakan Efesus 6:10 yang tertulis “Akhirnya, hendaklah kamu kuat di dalam Tuhan, di dalam kekuatan kuasa-Nya.” Sumber kekuatan orang Kristen bukan kekuatan/kehebatan diri sendiri tetapi sumber kekuatan orang Kristen ada di dalam pemeliharaan Tuhan. Bukan berarti kita bisa santai karena sudah ada pemeliharaan Tuhan. Ini salah besar. Bila kita masih bersikap santai-santai maka kita menyerahkan diri ke dalam godaan Iblis. Oleh karena itu tetaplah berjuang dan berjaga-jaga. Kekuatan yang kita miliki bukan berasal dari kemampuan kita sendiri melainkan berasal dari Allah. Kiranya ini boleh membangkitkan semangat kita dalam peperangan.
Sebab itu ambillah seluruh perlengkapan senjata Allah, supaya kamu dapat mengadakan perlawanan pada hari yang jahat itu dan tetap berdiri, sesudah kamu menyelesaikan segala sesuatu. Efesus 6:13 |
| § | Hidup sebagai orang Kristen adalah hidup dalam suasana perang, bukan hidup yang santai dan hanya menikmati berkat. Kadang kala kita lupa bahwa hidup Kristen selalu ada dalam kondisi peperangan. |
| § | Peperangan itu dinyatakan pertama kali dalam Kej 3:15. Setelah manusia jatuh dalam dosa, kondisi manusia sudah dalam permusuhan – ada peperangan antara keturunan ular dan keturunan perempuan. |
| § | Dalam kondisi berperang maka kita tidak mungkin hidup sembarangan, tidak disiplin, hidup semaunya sendiri/bersantai. |
| § | Alkitab tidak hanya menjelaskan mengenai musuh orang percaya tapi Tuhan juga memberikan perlengkapan bagi orang-orang percaya dalam medan perang. |
| § | Efesus 6:14-17 menjelaskan perlengkapan bagi orang-orang percaya ketika menghadapi musuh. |
| § | Perhatikan ungkapan ”sebab itu” (ay 13). Ini merupakan kesimpulan dari ayat sebelumnya, bahwa mengenakan seluruh perlengkapan senjata bukanlah suatu pilihan melainkan kewajiban/perintah untuk memperlengkapi diri kita dalam menghadapi musuh kita. |
| § | Ada kata yang diulang 2x yaitu berdiri/berdirilah (ay 13-14). Ini adalah wujud keprihatinan Paulus karena kehidupan jemaat Efesus kurang gigih/solid dalam kehidupan iman mereka sehingga mereka menjadi sasaran empuk dari pekerjaan setan. |
| § | Dalam perjalanan umat Tuhan pun masih banyak orang percaya yang oleh karena ketidakmantapan imannya mereka menjadi sasaran empuk dari musuh-musuh orang percaya. |
| § | Analogi yang digunakan oleh Paulus dalam ayat 14-17 adalah gambaran seorang prajurit Romawi. Ini adalah gambaran yang tepat bagi orang percaya karena orang percaya sesungguhnya adalah prajurit Kristus. Ada 5 analogi yang dipaparkan Paulus sebagai gambaran senjata orang percaya: |
| 1. | Berikat pinggangkan kebenaran (ay 14) |
| Fungsi ikat pinggang: |
| § | Untuk mengikat baju zirah | ||
| § | Tempat menyandang pedang | ||
| § | Bisa dipakai sebagai senjata untuk melawan musuh |
| Kata kebenaran (aletheia – Yun) yang dipakai dalam ay 14 berarti: |
| § | Doktrin dasar kuat tidak mudah goyah | ||
| § | Berkaitan dengan aplikasi karakter kejujuran dan kesetiaan Allah yang juga harus ada dalam kehidupan kita. Pemahaman yang kita miliki harus disertai dengan kelakuan/aplikasi. |
| 2. | Berbaju zirahkan keadilan (ay 14) |
| Baju zirah berfungsi untuk melindungi daerah leher, dada dan semua bagian tubuh yang vital. Keadilan (dikaiosune) berarti pembenaran. Kita beroleh pembenaran oleh keadilan Allah melalui karya Yesus Kristus. Maksudnya kita tetap tenang sekalipun ada tuduhan hati nurani. | |
| 3. | Berkasutkan kerelaan untuk memberitakan Injil damai sejahtera (ay 15) |
| Kasut digunakan untuk perjalanan jauh dan pemakainya dapat bergerak bebas tanpa halangan sedikit pun. Maksudnya adalah kita tidak terganggu sedikit pun dan bebas untuk memberitakan dan membagikan Injil. | |
| 4. | Perisai iman (ay 16) |
| Perisai iman berfungsi untuk melindungi dari serangan tombak maupun panah musuh. Maksudnya adalah kita mampu melindungi/menahan serangan iblis yang menyerang pikiran dan hati kita sehingga kita tidak ragu, bimbang, benci/memberontak. | |
| 5. | Ketopong keselamatan (ay 17) |
| Ketopong ini berfungsi untuk melindungi kepala dan terbuat dari logam seperti besi/tembaga sehingga sukar ditembus. Maksudnya adalah keselamatan yang kokoh/teguh (Ef 2:8; 1 Tes 5:8; Flp 1:6). Alkitab menyatakan dengan tegas tentang kepastian keselamatan. Pekerjaan Iblis melahirkan keraguan dalam diri kita. |
KESIMPULAN
| § | Tuhan dapat mengetahui/mengidentifikasi lawan kita. |
| § | Tuhan telah memberi perlengkapan untuk berperang melawan musuh-musuh kita. |
| § | Tuhan memberikan hikmat dan strategi kepada setiap kita dalam menghadapi lawan. |
| § | Kita sudah diperhadapkan pada perang dan tidak mungkin lagi kita dapat mundur. |
| § | Orang yang berkemenangan adalah orang-orang yang dekat dengan Tuhan sedangkan orang yang kalah ialah orang-orang yang jauh dari Tuhan. |
| § | Kita adalah orang-orang yang berkemenangan dan bukan orang yang kalah (Roma 8:37). |
Tidak ada komentar:
Posting Komentar